Maknai Hidup

Hidup ini selalu berwarna, kita tidak bisa menentukan warna hidup kita, tapi kita mewarnai hidup kita, SELAMAT MEWARNAI

Belajar dan Belajarlah

Orang yang hidup itu selalu belajar, kalau tidak mau lagi belajar, maka bersiaplah untuk mati

Tidak ada yang tidak mungkin selama engkau punya Allah

Ketika engkau bertekad menjadi orang yang lebih baik lagi maka Allah akan mendatagkan orang – orang baik di dalam hidupmu untuk menemani langkahmu, Maka Berdolah di dalam setiap Langkahmu

Sukses adalah sebuah kegagalan yang berakhir indah

Wujudkan impianmu jangan takut gagal, karena jika gagal itu artinya lebih baik kamu telah berusaha mengusahakannya daripada tidak sama sekali. Selamat Mencoba

Bersahabatlah dengan Tulus

Sahabat yang baik, akan menegur ketika kita berbuat kesalahan meskipun harus melalui pertengkaran dan perselisihan karena rasa kasih sayangnya

KPI Korwil Sumut

Komunitas Parkit Indonesia Wilayah Sumatera Utara

Kamis, 03 Mei 2012

School Improvement In Action

The School Improvement Grants Program (SIGP) is an initiative in British Columbia to support action research to raise literacy and math skills in schools serving challenging student populations. The program was launched in January 2001 by the Society for the Advancement of Excellence in Education (SAEE).

Literacy or numeracy interventions in 13 public schools have been supported through the SIGP program thus far, with each site receiving $25,000 in grants to carry out its initiative. Developed and managed by SAEE, the program is funded through the assistance of the Royal Bank Foundation, Donner Canadian Foundation, Hecht Memorial Foundation, the Canadian Language and Literacy Research Network, and others.

This report provides the case studies of five projects in seven schools that constitute the first cycle of schools in the program, an overview of the research literature on school improvement, some early learnings about program effects and delivery, and lessons at-large for building capacity for school-directed improvement efforts.

Download : School Improvement

Teacher Education, School Effectiveness And Improvement

This  academic  work  begins  with  a  compact  presentation  of  the  general  background  to  the study,  which  also  includes  an  autobiography  for  the  interest  in this  research.  The  presentation provides readers who know little of the topic of this research and of the structure of the educational  system  as  well  as  of  the  value  given  to  education  in  Nigeria.  It  further  concentrates  on the  dynamic  interplay  of  the  effect  of  academic  and  professional  qualification  and  teachers, job  effectiveness  in secondary  schools  in  Nigeria  in  particular,  and  in  Africa  in  general.  The aim of this study is to produce a systematic analysis and rich theoretical and empirical description of teachers, teaching competencies.  The theoretical part  comprises  a  comprehensive literature  review  that  focuses  on  research  conducted  in  the  areas  of  academic  and  professional qualification  and  teachers’  job  effectiveness,  teaching  competencies,  and  the  role  of  teacher education  with  particular  emphasis  on  school  effectiveness  and  improvement.  This  research benefits  greatly  from  the  functionalist  conception  of  education,  which  is  built  upon  two emphases: the  application of the scientific method to the objective social world,  and the use of an analogy between the individual ‘organism’ and ‘society’. To this end, it offers us an opportunity  to  define  terms  systematically  and  to  view  problems  as  always  being  interrelated  with other  components  of  society.  The  empirical  part  involves  describing  and  interpreting  what educational  objectives  can  be  achieved  with  the  help  of  teachers,  teaching  competencies  in close  connection  to  educational  planning,  teacher  training  and  development,  and  achieving them without waste. 
The data used in this study were  collected between 2002  and 2003 from teachers, principals, supervisors of  education from the Ministry of  Education and Post Primary Schools Board in the  Rivers  State  of  Nigeria (N=300).  The  data  were  collected  from  interviews,  documents, observation,  and  questionnaires  and  were  analyzed  using  both  qualitative  and  quantitative methods to strengthen the validity of the findings. The data collected were analyzed to answer the specific research questions and hypotheses posited in this study. The data analysis involved the use of multiple statistical procedures: Percentages Mean Point Value,  T-test of Significance,  One-Way  Analysis  of  Variance  (ANOVA),  and  Cross  Tabulation.  The  results  obtained from  the  data  analysis  show  that  teachers  require  professional  knowledge  and  professional teaching skills, as  well  as  a broad base of general knowledge  (e.g., morality, service,  cultural capital, institutional survey).  Above  all, in order to  carry out instructional processes  effectively,  teachers  should  be  both  academically  and  professionally  trained.  This study  revealed  that teachers  are not however  expected to have  an  extraordinary memory, but rather looked upon as persons capable of thinking in the right direction.  
This study may provide a solution to the problem of teacher  education and school effectiveness in Nigeria. For this reason, I offer this treatise to anyone seriously committed in improving schools in developing countries in general and in Nigeria in particular to improve the lives of all its citizens. In particular, I write this to encourage educational planners, education policy makers,  curriculum  developers,  principals,  teachers,  and  students  of  education  interested  in empirical information and methods to conceptualize the issue this study has  raised  and to provide  them  with  useful  suggestions  to  help  them  improve  secondary  schooling  in  Nigeria.
Though, multiple  audiences  exist  for  any  text.  For  this  reason,  I  trust  that  the  academic  community will find this piece of work  a useful  addition to the  existing literature on school effectiveness  and school improvement. Through integrating  concepts from a number of disciplines,  I aim  to describe  as  holistic  a  representation  as  space  could  allow  of  the  components of  school effectiveness and quality improvement.
A new perspective on teachers’ professional  competencies,  which not only take into consideration  the  unique  characteristics  of  the  variables  used  in  this  study,  but  also  recommend their  environmental  and  cultural derivation.  In  addition, researchers should focus their  attention  on  the  ways  in  which  both professional  and  non-professional  teachers  construct  and  apply their  methodological  competencies,  such  as  their  grouping  procedures  and  behaviors  to  the schooling of students.

download :  Teacher Education

Model Pembelajaran Terpadu SD


Untuk melakukan perancangan dan pembelajaran terpadu dengan pendekatan tematik, guru SD perlu memahami tentang konsep pembelajaran terpadu, jenis-jenis model pembelajaran terpadu, dan tahapan proses perancangan pembelajaran terpadu.

Download : Pembelajaran Terpadu

Konsep Desain Instruksional


Belajar merupakan proses perubahan tingkah laku pada diri manusia. Kegiatan belajar sangat dipengaruhi bermacam-macam faktor. Metode dan strategi belajar sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. Keberhasilan siswa mencapai suatu tahap hasil belajar memungkinkannya untuk belajar lebih lancar dalam mencapai tahap selanjutnya.
Teknologi pendidikan berupaya untuk merancang, mengembangkan dan memanfaatkan aneka sumber belajar agar memudahkan bagi siswa untuk belajar kapan saja, dimana saja dan dengan cara dan sumber belajar yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.
Terdapat lima kawasan dalam teknologi pembelajaran (instruksional) berdasarkan definisi AECT 1994 yang salah satu diantaranya adalah desain, disamping pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta penilaian proses dan sumber belajar.
Istilah pengembangan sistem instruksional (instructional system development) dan desain instruksional (instructional design) sering dianggap sama, atau setidak-tidaknya tidak dibedakan secara tegas dalam penggunaannya, meskipun menurut arti katanya ada perbedaan antara “desain” dan “pengembangan”. Kata “desain” berarti membuat sketsa atau pola atau outline atau rencana pendahuluan. Sedang “Pengembangan” berarti membuat tumbuh secara teratur untuk menjadikan sesuatu lebih besar, lebih baik, lebih efektif dan sebagainya (Harjanto, 2008 : 95).
Desain Pembelajaran adalah disiplin yang berhubungan dengan pemahaman dan perbaikan satu aspek dalam pendidikan yaitu proses pembelajaran. Tujuan kegiatan membuat desain pembelajaran adalah menciptakan sarana yang optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang dikehendaki. Sehingga disiplin desain pembelajaran terutama berkenaan dengan perumusan metode-metode pembelajaran yang menghasilkan perubahan yang diinginkan dalam pengetahuan dan keterampilan siswa.
John Dewey (1900) menyatakan bahwa pendidikan memerlukan “linking science” antara teori belajar dan praksis pendidikan. Desain pembelajaran dianggap sebagai penghubung antara keduanya karena desain pembelajaran adalah pengetahuan yang merumuskan tindakan pembelajaran untuk mencapai outcome pembelajaran.
Aspek desain pembelajaran meliputi dua wilayah utama yaitu (1) psikologi, khususnya teori belajar, dan (2) media dan komunikasi. Tetapi media dan komunikasi seakan memberikan kontribusi prinsip dan strategi secara terpisah pada desain pembelajaran, tidak seperti teori belajar yang memberikan model terintegrasi. Desain pembelajaran lebih banyak didukung oleh teori belajar.
Namun demikian pembahasan dalam makalah ini hanya akan dikhususkan pada konsep, prinsip dan prosedur desain instruksional.


Mengapa saat Malu Wajah Jadi Memerah?


Pernahkah merasa muka memerah saat malu atau tersipu-sipu? Fenomena pipi memerah saat malu ini menarik ilmuwan mencari tahu lebih banyak lagi untuk menjawab mengapa muka bisa memerah kalau sedang malu.

Muka yang memerah dan perasaan malu biasanya berjalan beriringan. Perasaan yang bergejolak merupakan respons alami dari seseorang terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Pipi yang memerah karena malu diatur oleh sistem yang juga mengaktifkan respons melawan yaitu sisrem saraf simpatik. Sistem ini bekerja secara tanpa sengaja atau spontan yang berarti tidak ada sesuatu yang benar-benar harus dipikirkan untuk melakukan proses tersebut. Sedangkan aktivitas seperti menggerakkan lengan atau berjalan merupakan tindakan yang disengaja atau dipikirkan.

Saat seseorang sedang malu, maka tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin. Hormon ini bertindak sebagai stimulan alami dan memiliki berbagai efek pada tubuh yang merupakan bagian dari respons. Saat adrenalin meningkat, maka napas dan detak jantung juga akan meningkat. Hal ini dapat memperlambat proses pencernaan sehingga energi dialihkan ke otot.


Seperti dikutip dari Howstuffworks, Selasa (27/4/2010) jika seseorang sedang tersipu-sipu atau malu, maka pembuluh darah di wajah akan merespons sinyal dari pemancar kimia adenylyl cyclase.

Akibatnya pembuluh darah di wajah akan melebar (vasodilation) dan memungkinkan lebih banyak darah mengalir melalui wajah daripada biasanya. Kondisi ini akan membuat wajah seseorang memerah.

Hal ini adalah salah satu respons yang tidak biasa dari pembuluh darah vena. Karena pada daerah lain di tubuh, vena tidak melakukan hal ini ketika adrenalin dilepaskan. Hormon ini memiliki pengaruh yang kecil atau tidak sama sekali terhadap pembuluh darah vena. Umumnya ada pembuluh darah lain yang lebih responsif terhadap adrenalin.

Sebagian orang ada yang menjalani operasi untuk membatasi respons muka memerah, bedah ini disebut dengan endothoracic sympathectomy. Biasanya orang yang memiliki erythrophobia (takut merona) paling sering melakukan operasi ini dengan cara memotong saraf kecil di tulangnya yang berfungsi mengendalikan respons merona.

“Wajah memerah karena malu berkembang bersama dengan kesadaran kita terhadap orang lain dan hal ini menunjukkan adanya dasar sosial. Selain itu muka memerah mungkin bisa berfungsi sebagai permintaan maaf yang nonverbal atas sesuatu yang dirasakan orang tersebut,” ujar Ray Crozier, profesor psikolog dari University of East Anglia di Inggris, seperti dikutip dari BBC.

Terlepas dari apa yang membuat muka seseorang memerah, kondisi ini adalah sesuatu yang alami dan tidak bisa diatur. Jika Anda mengalami situasi yang membuat diri sendiri canggung atau malu, maka Anda akan merasakan pipi menjadi hangat dan ingat bahwa hal ini akan berlalu dengan sendirinya.

Jadi, coba liat muka anda apabila merasa malu?

Sumber : 
1. www.detikhealth.com
2. http://manajubelz.blogspot.com/2011/01/mengapa-saat-malu-wajah-jadi-memerah.html

Rabu, 02 Mei 2012

Tanpa kita sadari ternyata Bahasa Indonesia adalah Bahasa tersulit ke 3 di Asia. Seharusnya kita sangat bangga akan hal ini.

Lebih lagi, ternyata bahasa Indonesia dipelajari di 45 negara. Walaupun dari segi yang lain Indonesia masih belum bisa berkata banyak, ternyata bahasa kita sudah lebih diakui dunia.

Banyaknya kebudayaan di Indonesia kerap kali membuat negeri-negeri lain iri dan ingin menelitinya, bahkan ada yang mengaku/mengklaim budaya itu miliknya (ga nyebut merek). Sebenarnya Indonesia bisa dibilang negara paling sempurna dari segi alam dan kebudayaannya. Semua ada di Indonesia, mulai dari ragam bahasa, budaya, kuliner, sumber daya alam, wisata, iklim, letak strategis dan lain-lain.

Berikut ada beberapa fakta bahwa kita harus bangga menggunakan bahasa Indonesia:

-Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Andri Hadi pada rapat pleno Kongres IX Bahasa Indonesia,

"Saat ini ada 45 negara yang ada mengajarkan bahasa Indonesia, seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam, dan banyak negara lainnya," katanya. Mengambil contoh Australia, Andri Hadi menjelaskan, di Australia bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Ada sekitar 500 sekolah mengajarkan bahasa Indonesia. Bahkan, anak-anak kelas 6 sekolah dasar ada yang bisa berbahasa Indonesia".


-Lebih dari itu menurut KOMPAS, bahasa Indonesia merupakan bahasa kedua di Vietnam. Berikut kutipannya:

a. "JAKARTA, KOMPAS.com--Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City, Vietnam, mengumumkan Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua secara resmi pada bulan Desember 2007, kata seorang diplomat Indonesia.


b. "Bahasa Indonesia sejajar dengan Bahasa Inggris, Prancis dan Jepang sebagai bahasa kedua yang diprioritaskan," kata Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City untuk periode 2007-2008, Irdamis Ahmad di Jakarta pada Jumat.

Perguruan tinggi disitu juga mengadakan lomba pidato dalam Bahasa Indonesia, lomba esei tentang Indonesia dan pameran kebudayaan. Universitas Hong Bang, Universitas Nasional HCMC dan Universitas Sosial dan Humaniora membuka studi Bahasa Indonesia.


"Jumlah mahasiswa yang terdaftar sampai Nopember 2008 sebanyak 63 orang dan menurut universitas-universitas itu, minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia cenderung meningkat," kata Irdamis.


-Bahkan menurut Wikipedia bahasa Indonesia yang menduduki peringkat ke 26 di dunia. dan tersulit ke 3 di Asia.

"Wikipedia Indonesia kini berada di peringkat 26 dari 250 Wikipedia berbahasa asing di dunia. Sedangkan di tingkat Asia kita berada di peringkat tiga, setelah Jepang dan Mandarin," ujar Ivan Lanin, penggiat jumlah bertambahnya jumlah, di Jakarta, Selasa.


-Menurut penelitian lembaga bahasa di dunia, dilihat dari segi gramatikal dan kompleksitivitasnya bahasa-bahasa yang dianggap sangat sulit di dunia adalah:

1. bahasa ibrani (bahasa kaum Yahudi)
2. bahasa yunani
3. bahasa latin
4. bahasa jepang
5. bahasa korea

Sedangkan bahasa Indonesia sendiri berada diperingkat 15 didunia.

Ada kemungkinan bahasa Indonesia akan menjadi lebih dikenal dan digunakan di Asia, bahkan dunia. Semoga saja hal itu dapat terjadi, bayangkan saja jika Indonesia menjadi bahasa Asia, bahkan bahasa internasional, pasti banyak dampak positif yang bisa diraih dari situ. Maju terus Indonesia


Nah, sekarang yang jadi pertanyaan adalah: Apakah kita masih malu berbahasa Indonesia???

Source:
Kompas
wikipedia
Forum Indonesia

http://rensenpelawi.blogspot.com/2009/09/bahasa-indonesia-bahasa-tersulit-ke-3.html